22.05
Kini selalu dinanti, melihat dan mencari, tanpa henti tanpa tapi. Kini selalu dibicarakan, akan hal yang pasti namun merugi. Kini selalu penuh dengki, penuh tawa namun menyimpan iri. Kini ku mengerti, mengapa dirimu melulu begini. Sempurna namun ringkih dihati. Duhai sayang sungguh malang dirimu. Bersyukur itu perlu. Hanya itu. - Adilla